
Iqra, bukan kata yang asing di telinga kita, tapi apa arti kata "iqra" buat kalian sendiri? Mungkin untuk sebagian kalangan atau mungkin biasanya bocah-bocah cilik, iqra adalah buku yang berisi huruf atu latin arab yang digunakan sebagai dasar untuk mempelajarai tulisan arab atau bacaan al-Qur'an.
Kita juga sama-sama tahu bahwa arti dari kata "iqra" sendiri adalah "baca". Dan buat kita sebagai seorang muslim tentunya juga tahu bahwa "iqra" adalah kata pertama yang turun sebagai wahyu Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW, yang bermakna suatu perintah "bacalah".
Makna "iqra" di sini ternyata memiliki makna yang tersirat yang begitu luas. Mungkin kita pernah mendengar, entah pepatah entah semboyan, "dengan membaca akan membuka jendela dunia". Gimana pendapat kalian tentang ini ??!
Bagiku ini "luar biasa", ....
Bersambung........ Ngantuk niy..
Rabu, 04 November 2009
Iqra dan Kemajuan Teknologi
Secuil Tentang Bisnis Syariah
Bisnis dalam syari’ah Islam pada dasarnya termasuk kategori muamalat yang hukum asalnya adalah boleh berdasarkan kaedah Fiqh,”Al-Ashlu fil muamalah al-ibahah hatta yadullad dalilu ‘ala tahrimiha (Pada dasarnya segala hukum dalam muamalah adalah boleh, kecuali ada dalil/prinsip yang melarangnya).
Islam memahami bahwa perkembangan budaya bisnis berjalan begitu cepat dan dinamis. Berdasarkan kaedah fikih di atas, maka terlihat bahwa Islam memberikan jalan bagi manusia untuk melakukan berbagai improvisasi dan inovasi melalui sistem, teknik dan mediasi dalam melakukan perdagangan.
Namun, Islam mempunyai prinsip-prinsip tentang pengembangan sistem bisnis yaitu harus terbebas dari unsur dharar (bahaya), jahalah (ketidakjelasan) dan zhulm ( merugikan atau tidak adil terhadap salah satu pihak). Sistem pemberian bonus harus adil, tidak menzalimi dan tidak hanya menguntungkan orang yang di atas. Bisnis juga harus terbebas dari unsur MAGHRIB, singkatan dari lima unsur. 1, Maysir (judi), 2, Aniaya (zhulm), 3. Gharar (penipuan), 4 Haram,5, Riba (bunga), 6. Iktinaz atau Ihtikar dan 7. Bathil.
http://agustianto.niriah.com/2008/05/16/multi-level-marketing-dalam-perspektif-fiqih-islam/
Islam memahami bahwa perkembangan budaya bisnis berjalan begitu cepat dan dinamis. Berdasarkan kaedah fikih di atas, maka terlihat bahwa Islam memberikan jalan bagi manusia untuk melakukan berbagai improvisasi dan inovasi melalui sistem, teknik dan mediasi dalam melakukan perdagangan.
Namun, Islam mempunyai prinsip-prinsip tentang pengembangan sistem bisnis yaitu harus terbebas dari unsur dharar (bahaya), jahalah (ketidakjelasan) dan zhulm ( merugikan atau tidak adil terhadap salah satu pihak). Sistem pemberian bonus harus adil, tidak menzalimi dan tidak hanya menguntungkan orang yang di atas. Bisnis juga harus terbebas dari unsur MAGHRIB, singkatan dari lima unsur. 1, Maysir (judi), 2, Aniaya (zhulm), 3. Gharar (penipuan), 4 Haram,5, Riba (bunga), 6. Iktinaz atau Ihtikar dan 7. Bathil.
http://agustianto.niriah.com/2008/05/16/multi-level-marketing-dalam-perspektif-fiqih-islam/
Selasa, 03 November 2009
Adakah Semangat Keberhasilan ???
Rasanya sering sehabis kita usaha & berdoa untuk meraih mimpi atau mungkin berharap terlepas dari semua masalah, tapi yang kita rasa kayaknya kok gak kesampean juga?! Padahal kita udah usaha sekuat tenaga, banting tulang, peras keringat, huft.. Dan kita juga gak pernah lupa berdoa kepada Allah SWT agar apa yang kita impikan tercapai. Trus kenapa kok gak berhasil juga?? Hmmm.. (sambil sok mikir, haha..)
Gini bro/sis, buat kita orang yang beriman (ciee.. beriman?!), bagusnya siy kita balikin aja sama Allah SWT. Kali aja ini emang yang terbaik menurut Allah buat kita, siapa yang tau coba?! Positif thinking aja deh.. Coba pikir kalo tiba-tiba kita jadi orang kaya / pinter / berprestasi, tapi kita gak siap nerima itu semua, mending kalo cuma kaget & pingsan, yang ada malah bikin kita sombong & takabur?! Nah, kalo dah gitu, menurut hati kecil kalian, mana yang terbaik bagi Allah buat kita?? (yakin ma jawabanya...?)
The solution is kita yakin aja kalo di balik semua masalah & kesulitan yang kita hadapi ada hikmah yang belum kita ketahui dan bisa kita ambil. Bisa saja Allah emang menunda buat ngabulin doa kita, inget, menunda bukan menolak, kalopun gak terkabul juga mungkin Allah emang sedang menguji keimanan hamba-Nya. Kita perlu inget ada sebuah hadits yang kurang lebih artinya gini:
Tidak ada seorang Muslim yang menghadapkan mukanya kepada Allah untuk berdo’a, kecuali Allah memberikannya (memenuhinya), kadang dipercepat dan kadang diperlambat. (HR Ahmad dan Hakim)
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al Baqarah:216)
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS Al ‘Ankabuut:2)
Tidak ada seorang Muslim pun yang berdo’a dengan suatu do’a yang bukan do’a menyangkut dosa atau menyangkut memutuskan silaturahim, kecuali Allah akan memberinya dengan salah satu dari tiga kemungkinan: segera dipenuhi-Nya do’a tersebut, atau disimpan-Nya sebagai simpanan pahala di akhirat, atau dihindarkan-Nya dia dari kecelakaan atau kejelekan yang sebanding. Mereka (para sahabat) bertanya: bagaimana kalau kami memperbanyak? Rasul menjawab: Allah akan memperbanyak lagi. (HR Ahmad, Bazzar, Abu Ya’la, dan Hakim)
So, kita semua harus tetep berjuang & berusaha, tetep berdoa serta teteppositif thinking pada apa yang menimpa kita. Moga aja apa yang semua yang kita lakuin (baik doa dan usaha) gak akan sia-sia. Selalu membawa hasil, hanya aja mungkin berbeda ma apa yang kita pikirin sebelumnya.
Gini bro/sis, buat kita orang yang beriman (ciee.. beriman?!), bagusnya siy kita balikin aja sama Allah SWT. Kali aja ini emang yang terbaik menurut Allah buat kita, siapa yang tau coba?! Positif thinking aja deh.. Coba pikir kalo tiba-tiba kita jadi orang kaya / pinter / berprestasi, tapi kita gak siap nerima itu semua, mending kalo cuma kaget & pingsan, yang ada malah bikin kita sombong & takabur?! Nah, kalo dah gitu, menurut hati kecil kalian, mana yang terbaik bagi Allah buat kita?? (yakin ma jawabanya...?)
The solution is kita yakin aja kalo di balik semua masalah & kesulitan yang kita hadapi ada hikmah yang belum kita ketahui dan bisa kita ambil. Bisa saja Allah emang menunda buat ngabulin doa kita, inget, menunda bukan menolak, kalopun gak terkabul juga mungkin Allah emang sedang menguji keimanan hamba-Nya. Kita perlu inget ada sebuah hadits yang kurang lebih artinya gini:
Tidak ada seorang Muslim yang menghadapkan mukanya kepada Allah untuk berdo’a, kecuali Allah memberikannya (memenuhinya), kadang dipercepat dan kadang diperlambat. (HR Ahmad dan Hakim)
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al Baqarah:216)
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS Al ‘Ankabuut:2)
Tidak ada seorang Muslim pun yang berdo’a dengan suatu do’a yang bukan do’a menyangkut dosa atau menyangkut memutuskan silaturahim, kecuali Allah akan memberinya dengan salah satu dari tiga kemungkinan: segera dipenuhi-Nya do’a tersebut, atau disimpan-Nya sebagai simpanan pahala di akhirat, atau dihindarkan-Nya dia dari kecelakaan atau kejelekan yang sebanding. Mereka (para sahabat) bertanya: bagaimana kalau kami memperbanyak? Rasul menjawab: Allah akan memperbanyak lagi. (HR Ahmad, Bazzar, Abu Ya’la, dan Hakim)
So, kita semua harus tetep berjuang & berusaha, tetep berdoa serta teteppositif thinking pada apa yang menimpa kita. Moga aja apa yang semua yang kita lakuin (baik doa dan usaha) gak akan sia-sia. Selalu membawa hasil, hanya aja mungkin berbeda ma apa yang kita pikirin sebelumnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
